Advertising

Iklan Dapat Mempengaruhi Citra Perusahaan

Setiap institusi yang memiliki usaha patsi memiliki aturan, aturan-aturan tersebut menghiasi pekerjaan dengan tujuan memberikan arah atau sebagai pedoman usaha yang dijalankan. Dengan adanya peraturan, maka kedisplinan akan diterapkan dan hal ini bermanfaat untuk memandu jalannya bisnis. Perusahaan yang baik akan mengikuti aturan, seperti Undang-Undang, Kode Etik, serta kebijakan yang ada. Aturan-aturan yang harus dipatuhi perusahaan terdiri dari berbagai bidang, seperti aturan pekerja, aturan pengusaha, dan lain-lain.

Salah satu aturan yang harus dipatuhi adalah aturan dalam bidang periklanan. Aturan tersebut diatur pada Pasal 9 UUPK, yaitu pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan, mengiklankan, memperdagangkan suatu barang dan/atau jasa secara tidak benar dan/atau seolah- olah :

1. barang tersebut telah memenuhi dan/atau memiliki potongan harga, harga khusus, standar mutu tertentu, gaya atau mode tertentu, karakteristik tertentu, sejarah atau guna tertentu;
2. barang tersebut dalam keadaan baik dan/atau baru;
3. barang dan/atau jasa tersebut telah mendapatkan dan/atau memiliki sponsor persetujuan, perlengkapan tertentu, keuntungan tertentu,
ciri-ciri kerja atau aksesori tertentu;
4. barang dan/atau jasa tersebut dibuat oleh perusahaan yang
mempunyai sponsor, persetujuan atau afiliasi;
5. barang dan/atau jasa tersebut tersedia;
6. barang tersebut tidak mengandung cacat tersembunyi;
7. barang tersebut merupakan kelengkapan dari barang tertentu;
8. barang tersebut berasal dari daerah tertentu;
9. secara langsung atau tidak lengsung merendahkan barang dan/atau
jasa lain;
10. menggunakan kata-kata yang berlebihan, seperti aman tidak
berbahaya, tidak mengandung resiko atau efek sampingan tanpa
keterangan yang lengkap;
11. menawarkan sesuatu yang mengandung janji yang belum pasti.

Seringkali ditemukan perusahaan-perusahaan dalam memasarkan produk atau jasanya dengan tidak mengikuti aturan yang ada. Dan juga meski perusahaan tersebut telah mengetahui, bahkan ada yang mengenyampingkan aturan tersebut demi keuntungan semata. Saat ini banyak terjadi iklan-iklan perusahaan yang dibicarakan oleh masyarakat di media sosial yang kemudian ramai dibahas pada media massa.

Istilah ‘viral’ menjadi hangat ditelinga masyarakat karena tolak ukur sebuah iklan yang berhasil akan mendapatkan exposure dari penyebaran yang dilakukan masyarakat. Meski iklan yang viral dapat dikategorikan kembali menjadi viral secara positif atau viral secara negatif. Viral positif dinilai sebagai viral karena konten yang dipaparkan dianggap baik, dan kreatif. Namun jika viral secara negatif maka ada sesuatu yang salah dari konten yang ada pada iklan tersebut.

Hal ini perlu dipertimbangkan bagi para perancang konten iklan perusahaan, karena jika hanya exposure yang menjadi tolak ukur keberhasilan suatu iklan maka citra dari perusahana tersebut dapat berpengaruh. Dalam membuat sebuah konten iklan, sebuah perusahaan harus memperhatikan aturan yang berlaku. Dan pemilihan konten harus dapat memberikan citra baik bagi perusahaan, bukan justru memberikan dampak buruk bagi nama perusahaan.

Blinkzap

MARKETPLACE MEDIA PROMOSI PERTAMA DAN TERLENGKAP DI INDONESIA.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *